Skip links

Sub heading far far away

eighTsuN Project - Web Designer and Digital Marketing Services

Bagaimana Cara Memulai dan Survive Sebagai Freelancer

eighTsuN Project – Dalam sebuah kesempatan sepulang kerja, saya sempat berada dalam diskusi kecil dengan pengemudi taksi yang saya tumpangi. Namanya Pak Tedi, seseorang berusia sekitar 50 tahun ini ternyata sudah mengabdikan diri sebagai pengemudi taksi burung biru kurang lebih 30 tahun.

Namun, pada kesempatan ini saya tidak akan membahas bagaimana Pak Tedi bisa survive selama 30 tahun menjadi seorang pengemudi taksi apalagi di tengah kondisi macetnya jalanan Ibu Kota yang terbilang sangat tidak manusiawi setiap harinya.

Dalam obrolan kami, terdapat salah satu cerita dari Pak tedi yang menurut saya cukup membuat saya terkesan. Yakni tentang anak bungsunya. Pak Tedi mengatakan bahwa dia memiliki 2 putri, putri pertamanya merupakan seorang pegawai bank yang sebentar lagi akan dinikahkan.

Dan putri keduanya merupakan seseorang yang baru menyelesaikan studi strata satu pada januari tahun lalu. Dan ketika saya bertanya apa pekerjaan anak bungsunya, Pak Tedi seperti agak kurang bersemangat tentang hal itu. Dan langsung saja saya bertanya, “Lho kok Bapak langsung lemes saya tanya pekerjaan anak keduanya Pak?” dan Pak Tedi pun akhirnya menjelaskan dengan gaya bicara yang agar berbeda seperti ketika dia bercerita tentang anak pertamanya tadi.

Pak Tedi menjelaskan, bahwa putri bungsunya sudah lulus sejak tahun lalu. Namun sampai sekarang tidak juga bekerja di kantor. Ketika saya tanya kenapa, Pak Tedi pun menerangkan bahwa putri bungsunya lebih nyaman kerja sebagai seorang freelancer Web Desain, Desainer Grafis dan Video Editor.

Mendengar hal tersebut, saya sebagai seorang lulusan sarjana yang memiliki passion dan skill dibidang itu, pun langsung takjub dengan pilihan itu. Yang mana mungkin menurut saya, banyak orang yang menganggap sepele tentang pekerjaan sebagai seorang freelancer karena tidak memiliki ‘status’ yang jelas. Karena menurut banyak orang Indonesia, status itu memang harus tertera dalam sebuah surat yang memiliki kekuatan hukum seperti surat kontrak kerja, surat nikah, surat akta lahir dan lain sebagainya.

Dan karena terlalu antusias dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Pak Tedi, saya pun mulai mengajukan banyak pertanyaan mengenai putrinya dan pandangan Pak Tedi sendiri sebagai orang tua yang anaknya adalah freelancer yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Pertanyaan saya dimulai dengan, apakah Pak Tedi tahu dimana putrinya mendapat pekerjaan dan berapa gaji perbulan yang didapatkan putrinya. Singkatnya, Pak Tedi menjelaskan bahwa putrinya sebagai seorang freelancer, selalu mencari pekerjaan lewat internet. Seharian dia hanya duduk di depan laptop, dan meskipun lagi di rumah kalau diajak keluar atau diminta tolong untuk ke pasar buat belanja, pasti alasannya sibuk lagi banyak kerjaan. Padahal waktu itu Pak Tedi dan istri sempat bingung, “Dari pagi cuman duduk depan laptop kok bilangnya sibuk“, celetuk istrinya ke Pak Tedi karena mendengar jawaban penolakan dari anaknya.

Pada awalnya memang Pak Tedi dan istri cukup kecewa dengan keputusan anak bungsunya untuk tidak bekerja di kantor seperti kakaknya dan memilih untuk menjadi freelancer. Namun seiring berjalan, dengan hasil berupa pendapatan bulanan yang diraih oleh putrinya akhirnya Pak Tedi beserta istri pun menjadi memahami, maklum dan bangga.

Lha wong dia seharian di rumah mas, seenggaknya kan saya ga’ was-was kalo dia kenapa-kenapa di jalan“, terang Pak Tedi. Dan dari ungkapan ini, saya pun mulai memperhatikan bahwa pada akhirnya Pak Tedi pun mendukung pilihan yang diambil putrinya seiring dengan hasil yang ditunjukkan oleh putrinya.

Pekerjaan? Ya, menjadi seorang freelancer juga merupakan pekerjaan bahkan profesi. Karena secara teori, menjadi freelancer seseorang haruslah mengerjakan pekerjaan kantoran pada umumnya, namun tugas tersebut dikerjakan secara remote atau tidak datang pada kantor secara formal tentunya. Dan ketika seorang karyawan memperoleh gaji secara periodik, pendapatan yang diraih oleh seorang freelancer diterima pada setiap project yang diselesaikan.

Secara pribadi saya kagum dengan pilihan yang diambil oleh anak bungsu Pak Tedi. Dan hal ini juga semakin meyakinkan bahwa memang, menjadi seorang freelancer di Indonesia masih memiliki peluang yang cukup besar karena demand yang tinggi.

Dan bagi saya sendiri, dengan posisi saya memiliki pekerjaan tetap. Saya pun masih menyebut diri sebagai seorang freelancer. Dengan background pendidikan di bidang teknologi informasi, saya memiliki passion yang besar pada keindahan tampilan Website, namun sayangnya tanggung jawab yang saya miliki di kantor sangat jauh berbeda dengan apa yang menjadi passion saya itu, selanjutnya hal itulah yang seakan mendorong saya untuk menjadi seorang freelancer Front-End Web Developer. Karena dengan cara ini saya bisa terus mengasah keahlian saya dan tidak akan melupakan ilmu yang sudah saya dapatkan selama 4 tahun menjalani studi.

Karena tentu saja, bidang ilmu teknologi informasi sangat berbeda dengan bidang lainnya. Karena teknologi berkembang sangat pesat, dan jika pegiat bidang ini tidak terus mengasah keahliannya. Dia hanya akan menjadi seorang anak sekolah dasar yang baru mengenal angka.

Untuk saya sendiri, saya sudah menjalani aktifitas Freelancing kurang lebih selama 7 tahun yang berfokus kepada Web, CCTV, dan Networking dengan berbagai macam latar belakang client yang telah bekerjasama dengan saya.

Dan berikut ini saya akan share sedikit tentang bagaimana tips dan trik untuk masuk ke dunia freelancer serta cara untuk survive sebagai seorang freelancer.

Bekali Diri dengan Keahlian

Untuk menjadi seorang freelancer, terlebih dahulu Anda perlu menyiapkan keahlian yang dapat Anda jual kepada calon client. Karena, ketika Anda memasuki dunia freelancer, percayalah bahwa Anda bukanlah orang yang pertama menyadari peluang di bidang ini. Sudah ada ratusan bahkan jutaan orang yang telah mendedikasikan dirinya sebagai seorang freelancer. So, bagaimana caranya?

Untuk itu, Jika Anda merupakan orang yang memiliki minat pada dunia teknologi, ada banyak sekali website-website pembelajaran secara online seperti Udemy, Freecodecamp, Sekolahkoding dan lain sebagainya yang bisa Anda ikuti untuk meningkatkan keahlian Anda, bahkan Anda bisa mendapat E-Certificate sebagai bukti kepada client tentang kemampuan yang Anda miliki.

Dan kelas online itu ada yang gratis sampai berbayar. Tentu Anda bisa memanfaatkan rasa ingin tahu Anda untuk sekedar browsing mencari website mana yang bisa memenuhi keinginan Anda untuk belajar tentunya.

Untuk saya pribadi, saya banyak belajar dari Udemy dan Freecodecamp. Dan bagi rekan-rekan yang memiliki kendala pada bahasa asing, bisa fokus pada Sekolahkoding karena dikembangkan oleh anak bangsa yang benar-benar peduli terhadap perkembangan pengetahuan bidang teknologi informasi di Indonesia.

Who Are You?

Jika Anda susah memiliki minat pada suatu bidang, coba kembali asah hingga Anda benar-benar merasa yakin bahwa Anda bisa bertanggung jawab secara profesional terhadap project yang diberikan orang lain.

Untuk itu, cobalah untuk memulai membuat sebuah portfolio, bisa berupa Curriculum Vitae, halaman blog, atau bahkan website yang berisi tentang siapa Anda, apa minat Anda, dan apa keahlian Anda, dan hal-hal menakjubkan apa yang pernah Anda kerjakan.

Terangkan juga secara detail setiap sertifikasi yang Anda miliki karena tentu ini merupakan faktor diferensiasi Anda terhadap jutaan pesaing diluar sana. Karean yang terbaiklah yang akan mendapat project tentunya!

Client adalah Bosnya!

Memiliki passion saja tidak cukup, Anda perlu sebuah mental yang kuat dan juga rasa melayani yang sangat besar ketika ingin mendedikasikan diri Anda sebagai seorang freelancer. Karena client adalah raja tentunya.

Ketika Anda salah menuangkan ide dari client kepada project yang diberikan, itu bisa membawa pengaruh yang buruk terhadap perjalanan Anda sebagai seorang freelancer. Bukan hanya itu, cara Anda berkomunikasi, keramahan, serta kecepatan Anda merespon setiap email, chat, sms dari client bisa menjadi indikator kesuksesan Anda untuk meraih project-project selanjutnya.

Menentukan Rate

Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin setiap orang memiliki perbedaan pendekatan perihal pendapatan pada setiap projectnya.

Saya teringat betul pertanyaan menjebak ini ketika mengikuti tes wawancara masuk Shell dulu, sang testor bertanya “Anda mau di gaji berapa?” Dengan polosnya saya menjawab “Terserah Ibu aja saya layak digaji berapa“, bukannya senang saya malah dimarahin habis-habisan. Namun setelah saya menerangkan itu adalah pertama kalinya saya mengikuti tes bekerja dan interview dia akhirnya pun memaklumi dan malah menerangkan cara menentukan gaji kita.

Dan dia menjelaskan bahwa sebelum kita menerima sebuah pekerjaan, kita harus menentukan terlebih dahulu berapa harga dari jasa yang kita berikan. Jika memang kita adalah pendatang baru, coba untuk down-to-earth dulu atau silahkan pasang tarif se-standar mungkin untuk membuat portfolio terlebih dahulu.

Jika nantinya sudah banyak client yang menyatakan puas dengan hasil kerja Anda, Anda dapat senantiasa menaikkan rate harga untuk project yang Anda kerjakan.

Sebagai referensi awal, Anda dapat mencari informasi dari website-website penyedia informasi kerja, seperti freelancer[dot]co[dot]id dan Sribulancer[dot]com. Disitu tercantum rata-rata harga per projectnya.

How to get a Job?

Ketika Anda sudah yakin untuk terjun ke dunia freelancer, dengan mengikuti sedikit tips menjadi freelancer diatas selanjutnya adalah mencari project tentunya.

Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan berbagai website penyedia informasi pekerjaan freelance seperti Freelance[dot]co[dot]id, atau Sribulancer[dot]com untuk mencari project. Dimana dengan Anda mendaftarkan diri di website tersebut, Anda bisa memanfaatkan database penyedia pekerjaan yang di posting oleh client disana.

Namun, yang perlu diperhatikan yaitu Anda perlu menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk pengelola website tersebut. Pada umumnya, besar rupiah yang harus diberikan adalah 10% dari nilai project yang didapatkan.

Dari kedua situs tersebut, freelancer[dot]co[dot]id memiliki sedikit perbedaan, yaitu dia memiliki fitur untuk mensupport Anda untuk lebih berpeluang mendapatkan pekerjaan, namun jelas dengan adanya tambahan biaya. Dan juga terdapat rata-rata penawaran client terhadap biaya project itu sendiri. Jadi kita bisa membuat pertimbangan, apakah nilai project sesuai dengan rate kita, jika tidak tentu kita tidak perlu mengajukan diri untuk project tersebut.

 

Notifikasi Project Freelancer
Notifikasi Project Freelancer

 

Atau bahkan, Anda bisa memanfaatkan fasilitas beriklan dari Google Adword untuk mulai mencari client secara profesional dengan memasang iklan Anda secara mandiri. Namun dengan melakukan cara ini, Anda harus dengan matang mempertimbangkan berapa cost yang harus dikeluarkan untuk beriklan tentunya.

Cara terbaik yang dapat Anda lakukan yaitu, dari setiap project, Anda harus mengalokasikan dana secara bijak. Untuk saya sendiri, biasanya saya mengalokasikan pendapatan per-project sebagia berikut :

  • 10 % – Penyedia info project
  • 10 % – Sedekah
  • 20 % – Iklan
  • 30 % – Tabungan
  • 30 % – Ngopi, nonton dan lain-lain.

Alokasi tersebut, bisa disesuaikan dengan keinginan rekan-rekan, tentu harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang tentunya.

 

Freelancer di Jakarta
Memanfaatkan Adwords untuk mencari Client

 

How To Survive?

Untuk bertahan hidup dengan pilihan ini, terlepas Anda melakukannya dengan full time atau atau part time yang jelas Anda harus mengatakan pada diri Anda untuk bekerja secara profesional karena setiap project menentukan terhadap project-project yang akan Anda dapatkan di waktu yang akan datang.

Salah satu tips dari saya adalah ciptakan peluang sebanyak-banyaknya untuk meraih project dari sudut manapun. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan bergabung dengan komunitas, himpunan alumni dan lain sebagainya.

Dan juga mungkin satu hal penting lainnya adalah, kenalkan pada dunia tentang gaya hidup Anda sebagai seorang freelancer, dan apa saja yang bisa dan pernah Anda kerjakan melalui media sosial. Serta jangan pernah ragu untuk menceritakan kepada rekan Anda tentang keahlian Anda.

Karena secara pribadi, hampir 40% project yang pernah saya dapatkan, berasal dari orang-orang terdekat, Seperti saudara, senior, rekan ketika masa kuliah, bahkan pacar dari teman kuliah.

Dan salah satu contohnya, pagi ini ketika menulis tentang konten ini, Randy yang merupakan salah satu client saya ketika saya mengerjakan Web Penangkal Petir serta CCTV miliknya dan mengelola proses publikasi bisnis melalui SEO dan Adwords, lagi-lagi menghubungi saya untuk memberikan project lainnya untuk mengembangkan bisnis Pompa yang dimilikinya.

So, tunggu apalagi. Ketika Anda memiliki skill, ketahuilah banyak orang diluar sana yang membutuhkan keahlian Anda. Karena mungkin yang perlu Anda ingat :

Freelancer dibayar karena Keahlian serta Waktu yang dimilikinya.

Kesimpulan

Menjadi seorang freelancer memiliki makna yang luas. freelancer bukan hanya mereka yang bekerja dibelakang laptop, mengerjakan berbagai macam hal kompleks. Namun juga menawarkan jeans kepada rekan kerja, bisa juga disebut sebagai freelancer.

Dan jangan pernah malu ketika Anda telah mendedikasikan diri dan hidup Anda menjadi seorang full-time freelancer karena untuk seperti itu, selain dibutuhkan tekad, semangat serta rasa bersaing yang kuat di dalam diri Anda.

Jangan pernah bangga dengan pekerjaan Anda, tapi bangga dengan apa yang bisa Anda kerjakan. Serta jangan pernah mencintai pekerjaan, tapi cintai apa yang Anda kerjakan.

Menjadi seorang freelancer benar-benar memberikan kebebasan Anda untuk bekerja. Anda tidak harus bekerja di hari-hari tertentu bahkan jam-jam tertentu, namun tanggung jawab profesionalisme Anda sangat terukur dari kecepatan Anda menyelsaikan setiap project.

Dan manajemen waktu yang baik sangat berpengaruh dalam gaya hidup seperti ini. Terlepas bahwa Anda seorang mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan karyawan sekaligus. Client sesungguhnya tidak peduli apa kesibukan bahkan alasan Anda, dia hanya peduli bagaimana pekerjaan dia selesai cepat dengan hasil maksimal.

Silahkan berkomentar dibawah jika menurut Anda ada hal yang perlu kita diskusikan tentang Bagaimana Cara memulai dan Survive sebagai Freelancer, atau jika terdapat pertanyaan yang bisa saya ulas di artikel berikutnya.

Opinions

  1. Post comment

    Menghapus kata pengangguran kepada seorang freelancer itu lho agak susah masian .. Apalagi org org di kampung aku.. 😐

    Permalink
  2. Post comment

    Thanks om sharingnya. Freelancer memang butuh mental kuat juga om. Kadang lebih baik jadi full time daripada part time. Hebat om bisa kerja di shell n bisa juga part time free lancer.

    Permalink

Join the Discussion